Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang melalui Special Need Individual Development Center menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Cinta & Asah Tumbuh Kembang Anak Berkebutuhan Khusus bagi orang tua penggerak Posyandu Disabilitas. Kegiatan ini diselenggarakan bekerja sama dengan Lingkar Sosial Malang (LINKSOS) di Malang Creative Center pada tanggal 2 Februari 2026 sebagai bentuk komitmen bersama dalam mendukung pengasuhan dan tumbuh kembang anak berkebutuhan khusus (ABK).
Kegiatan pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman, keterampilan, serta ketangguhan psikologis orang tua dalam mendampingi anak berkebutuhan khusus. Pelatihan dirancang secara komprehensif dengan mengombinasikan aspek pengetahuan, keterampilan praktis, dan penguatan psikologis bagi orang tua.
Kegiatan diawali dengan pemantik oleh Ken Kerta, selaku Pembina LINKSOS, yang menekankan pentingnya kolaborasi antara komunitas, akademisi, dan keluarga dalam mendukung tumbuh kembang anak berkebutuhan khusus secara berkelanjutan.
Pelatihan ini menghadirkan sejumlah narasumber dari Fakultas Psikologi UMM dengan materi yang saling melengkapi. Ni’ matuzahroh, Ph.D memaparkan materi tentang pengenalan karakteristik dan gangguan psikologis pada anak berkebutuhan khusus. Selanjutnya, Diana Savitri Hidayati, M.Psi., Psikolog menyampaikan materi mengenai deteksi tumbuh kembang pada ABK sebagai langkah awal intervensi yang tepat.
Materi berikutnya disampaikan oleh Sulivan Fitrianti, M.A., yang membahas profil sensori anak serta penerapan aktivitas stimulasi sensori dalam kehidupan sehari-hari. Sementara itu, Dr. Yuni Nurhamida, M.Si. mengulas tentang penyusunan aktivitas tumbuh kembang dan stimulasi bagi anak berkebutuhan khusus yang dapat diterapkan oleh orang tua dan kader posyandu disabilitas. Sebagai penutup, Irine Putri Shaliha, M.Sc. menyampaikan materi mengenai self-compassion bagi orang tua ABK, yang menekankan pentingnya kesejahteraan psikologis orang tua dalam proses pengasuhan.
Melalui kegiatan pelatihan ini, Fakultas Psikologi UMM berharap para orang tua penggerak Posyandu Disabilitas memiliki bekal pengetahuan dan keterampilan yang lebih kuat dalam mendampingi anak berkebutuhan khusus, sekaligus mampu menjaga kesehatan mental diri sendiri. Kegiatan ini juga menjadi wujud nyata peran Fakultas Psikologi UMM dalam pengabdian kepada masyarakat dan penguatan kolaborasi dengan komunitas disabilitas.